Yuramedia Link Logo
Panduan

Panduan Terjemahan — Historical / 古装剧

Panduan khusus lokalisasi drama kostum kerajaan Tiongkok ke bahasa Indonesia, mencakup penamaan tokoh era kuno, hierarki istana, register bahasa formal, dan idiom khas genre ini.

Panduan ini adalah pelengkap dari Panduan Terjemahan Serial Pendek — Cina ke Indonesia. Semua aturan umum di sana tetap berlaku. Halaman ini hanya membahas hal-hal yang unik dan kritis untuk genre Historical / 古装剧.

Dua kesalahan terbesar di genre ini

  1. Register bahasa tidak konsisten — satu adegan formal, adegan berikutnya seperti drama modern.
  2. Hierarki tidak dijaga — tokoh bawahan berbicara seperti setara dengan atasannya.

Kedua hal ini langsung merusak atmosfer drama kerajaan.


1. Prinsip Khusus Genre Historical

PrinsipPenjelasan
Register formal, bukan arkaisGunakan bahasa Indonesia formal dan elegan — bukan bahasa Jawa Kuno, Melayu Klasik, atau bahasa yang tidak dimengerti penonton modern. Tujuannya terasa agung, bukan membingungkan.
Hierarki adalah nyawa ceritaCara bicara, kata ganti diri, dan sapaan harus mencerminkan status tokoh dengan tepat. Seorang pelayan tidak boleh berbicara seperti permaisuri, dan sebaliknya.
Nama mencerminkan eraSemua nama tokoh harus menggunakan nama Indonesia era kuno. Nama modern atau serapan Barat mutlak dilarang dalam setting kerajaan.
Konsistensi gelar mengikuti alur ceritaGelar tokoh bisa berubah seiring plot (naik jabatan, dicopot, diasingkan). Perubahan ini harus langsung dicerminkan dalam terjemahan sejak adegan perubahan tersebut.

2. Penamaan Tokoh

Lokalisasi nama hanya untuk Proyek Dracin/Mighty

Pelokalan/penerjemahan nama karakter menjadi nama Indonesia (seperti Prabu Kertawijaya, Raden Panji, Pangeran Surya) hanya dilakukan pada proyek Drama China (Dracin) atau proyek Mighty. Untuk proyek lainnya (seperti donghua, drama Korea, serial Barat, game, atau proyek non-dracin/mighty lainnya), nama tokoh harus tetap menggunakan nama aslinya (tidak dilokalkan).

Lihat aturan umum nama di Panduan Utama — Bagian 2.1. Aturan di bawah ini adalah tambahan khusus untuk setting kerajaan kuno.

Keluarga Kerajaan & Bangsawan

Nama harus terasa agung dan berakar pada tradisi kerajaan Nusantara — Jawa, Sunda, atau Melayu. Hindari nama yang terdengar terlalu modern atau sehari-hari.

Jenis TokohPola NamaContoh
Raja / KaisarPrabu + nama, atau nama sajaPrabu Kertawijaya, Prabu Arjuna
PermaisuriPermaisuri + nama, atau Ratu + namaPermaisuri Laksmi, Ratu Anjani
Putra MahkotaPangeran + namaPangeran Surya, Pangeran Baskara
Pangeran lainPangeran + namaPangeran Arya, Pangeran Wijaya
Putri kerajaanPutri + namaPutri Srikandi, Putri Kusuma
Selir tingginama saja (+ gelar disebutkan terpisah)Arimbi, Ratna, Dewi Laksmi
Bangsawan priaRaden + namaRaden Panji, Raden Satria
Bangsawan wanitaRaden Ayu + namaRaden Ayu Wulandari

Nama era kuno yang direkomendasikan

Pria: Arjuna, Baskara, Panji, Surya, Wijaya, Kertajaya, Bima, Satria, Arya, Buana Wanita: Anjani, Arimbi, Dewi, Kusuma, Laksmi, Ratna, Srikandi, Wulandari, Candra, Sekar

Pejabat & Militer

Jenis TokohPola NamaContoh
Perdana Menterinama saja (gelar disebutkan terpisah)Arya Damar, Gajah Mada
Menteri / pejabat tinggiRaden / Ki Ageng + namaKi Ageng Wiratama, Raden Mas Hendra
Panglima / Jenderalnama saja (+ gelar disebutkan terpisah)Bima Sakti, Arya Perkasa
Pejabat rendahnama sajaKertana, Arga, Suranta

Rakyat, Pelayan & Dayang

Nama pelayan dan rakyat biasa harus tetap era kuno tapi lebih sederhana — tidak semegah nama bangsawan.

Jenis TokohContoh nama
Dayang / pelayan perempuanWulan, Sari, Bening, Arum, Sekar, Melati
Pelayan laki-lakiBagus, Santika, Darmaka, Widya
Rakyat biasaNama pendek era lokal; hindari nama yang terdengar modern
Teks Asli✅ Benar❌ SalahCatatan
长乐公主Putri LaksmiPutri ChangleNama era kuno Indonesia
宸妃 / Selir ChenArimbiSelir ChenNama, bukan transliterasi
李大人Raden Arya / Paduka AryaTuan LiGunakan nama + sapaan Indonesia
翠花 (nama dayang)Wulan / MelatiCuihuaNama dayang era kuno

3. Gelar, Sapaan & Hierarki

Daftar istilah lengkap ada di Panduan Lokalisasi Istilah — Tab Historical / 古装剧. Bagian ini membahas cara penggunaannya dalam konteks dialog.

Hierarki Keluarga Kaisar

Gelar AsliTerjemahanKapan digunakan
皇帝 / 皇上Baginda Raja / PrabuSaat menyebut tokoh; dalam narasi
陛下 / 万岁爷Paduka / TuankuSapaan langsung oleh bawahan
皇后PermaisuriSemua konteks
太后Ibu SuriSemua konteks
太子Putra MahkotaSemua konteks
皇子Pangeran+ nama, contoh: Pangeran Surya
公主Putri+ nama, contoh: Putri Laksmi
贵妃Selir AgungGelar tertinggi di bawah Permaisuri
嫔 / 妃SelirIstilah umum istri kecil raja

Hierarki Pejabat

Gelar AsliTerjemahanCatatan
丞相Perdana MenteriPejabat sipil tertinggi
大臣Menteri / PejabatSesuaikan dengan jabatan spesifik
大人Paduka / TuanSapaan hormat umum untuk pejabat
将军Panglima / JenderalSesuaikan dengan pangkat militer
侍卫Pengawal / PrajuritTergantung konteks

Kata Ganti Diri Berdasarkan Status

Ini adalah titik paling kritis. Kata ganti diri yang salah langsung merusak hierarki.

Siapa yang bicaraDalam bahasa asliTerjemahanKonteks
Kaisar (formal)朕KamiProklamasi, titah resmi, adegan formal
Kaisar (semi-formal)朕AkuDialog kasual dengan keluarga atau favorit
Permaisuri / Selir tinggi本宫AkuBerbicara kepada bawahan
Pangeran / Raja bawahan本王AkuBerbicara kepada bawahan
Pejabat (kepada kaiser)臣 / 微臣HambaMelapor, memohon, berargumen
Pejabat wanita / Selir (kepada kaiser)臣妾HambaSemua konteks menghadap kaisar
Pelayan / Dayang奴婢Hamba / SahayaKepada semua yang lebih tinggi
Rakyat biasa (kepada pejabat)民女 / 草民Hamba / Rakyat jelata ini—

Jangan ratakan semua menjadi "Aku" atau "Saya"

Menerjemahkan semua kata ganti diri menjadi "Aku" atau "Saya" menghilangkan hierarki yang menjadi inti drama kerajaan. "Hamba" dan "Kami" adalah pilihan yang membuat adegan terasa berbeda secara status.

Pola Sapaan Antar Kelas Sosial

SituasiSapaan yang digunakan
Bawahan → KaisarPaduka, Tuanku, Baginda, Yang Mulia
Bawahan → PermaisuriPaduka Permaisuri, Tuan Putri
Bawahan → PangeranPaduka Pangeran, Tuan Pangeran
Bawahan → PejabatPaduka, Tuan [gelar]
Kaisar → Pejabat kepercayaan[nama] / [gelar] saja
Kaisar → Bawahan umumkamu / [gelar] saja
Sesama selir (bertengkar)nama saja / kamu (tergantung intensitas adegan)

4. Register Bahasa & Dialog

Kaisar Berbicara

Dialog kaisar harus terasa berwibawa dan berjarak, kecuali dalam adegan intim dengan keluarga atau favorit. Gunakan konstruksi kalimat yang tegas dan padat.

SituasiTeks Asli✅ Benar❌ Salah
Memberi titah传朕旨意,即刻行事"Sampaikan titah Kami. Laksanakan sekarang.""Bilang ke semua orang, langsung kerjakan."
Memanggil menghadap宣丞相觐见"Panggil Perdana Menteri menghadap.""Suruh Menteri masuk."
Memberikan hadiah赐你黄金百两"Kami anugerahkan seratus tahil emas kepadamu.""Nih, kamu dapat emas."
Memberikan hukuman推出去,杖责二十"Bawa keluar. Hukum dua puluh rotan.""Keluarin, pukul dua puluh kali."
Berbicara santai (adegan romansa)朕只是随口问问"Aku hanya bertanya.""Kami hanya bertanya."

Kapan pakai "Kami", kapan pakai "Aku"

"Kami" → adegan formal: sidang, proklamasi, memberi hukuman, memberi titah kepada pejabat. "Aku" → adegan intim: berbicara kepada orang dicintai, percakapan santai di kediaman pribadi.

Bawahan Merespons

Dialog bawahan kepada kaisar harus merendah tanpa terdengar servil berlebihan hingga tidak alami.

SituasiTeks Asli✅ Benar❌ Salah
Menerima titah臣遵旨"Hamba siap melaksanakan titah Paduka.""Oke, siap Paduka."
Memohon ampun臣死罪"Hamba mohon Paduka mengampuni kesalahan ini.""Maaf Paduka, salah hamba."
Berterima kasih atas kemurahan谢主隆恩"Hamba bersyukur atas kemurahan Paduka.""Terima kasih banyak Paduka."
Memberi pendapat微臣以为…"Menurut hamba yang hina…""Menurut saya…"
Menolak secara halus请陛下三思"Hamba mohon Paduka mempertimbangkan kembali.""Sebaiknya jangan, Paduka."

Dialog Antar Selir (Harem Politics)

Adegan antar selir biasanya berlapis: permukaan sopan, isi penuh sarkasme atau ancaman tersirat. Terjemahan harus menjaga ketegangan ini.

Teks Asli✅ Benar❌ SalahCatatan
妹妹真是越来越得宠了"Adik semakin disayangi Baginda saja.""Kamu makin disukai ya."Pertahankan sapaan formal + nada sinis tersirat
姐姐言重了"Kak terlalu memuji.""Nggak juga kak."Register formal dijaga, tidak santai
本宫乏了,你退下吧"Aku lelah. Pergi.""Saya capek, kamu boleh pergi.""Aku" (bukan "Saya") untuk selir tinggi; "Pergi" lebih berwibawa

Ekspresi & Frasa Formal yang Sering Muncul

Teks AsliTerjemahanCatatan
万岁Daulat Paduka / Panjang umur BagindaSeruan kesetiaan; jangan "hidup sepuluh ribu tahun"
恭迎圣驾Menyambut kehadiran BagindaSeruan saat kaisar tiba
平身 / 起来吧Bangkitlah / Silakan berdiriPerintah kaisar mengakhiri sujud
退下Pergi / MundurPerintah meninggalkan hadapan
来人啊Pengawal! / Penjaga!Seruan memanggil pengawal
圣明Paduka sungguh bijaksanaPujian bawahan kepada kaisar
哀家AkuKata ganti Ibu Suri (janda raja); lebih berbobot dari 本宫

5. Lokasi & Benda Istana

Nama Tempat

Nama tempat di istana tidak perlu ditransliterasi — terjemahkan berdasarkan fungsinya.

Teks AsliTerjemahanCatatan
后宫Keraton Dalam / HaremKompleks kediaman selir dan permaisuri
朝堂 / 金銮殿Balai Sidang / Pendopo AgungRuang sidang utama kerajaan
冷宫Istana PengasinganTempat pembuangan selir yang dicopot
御花园Taman KerajaanTaman pribadi keluarga kaisar
内廷Kediaman DalamArea pribadi keluarga kerajaan
前朝Balai PemerintahanArea kerja para pejabat

Dokumen & Benda Resmi

Teks AsliTerjemahanCatatan
圣旨Titah Raja / Maklumat KerajaanPerintah tertulis resmi dari kaisar
玉玺Meterai KerajaanStempel resmi; kehadirannya mengesahkan dokumen
奏折Surat Sembah / Laporan KerajaanLaporan tertulis pejabat kepada kaisar
免死金牌Medali Pengampunan / Jimat KeselamatanBenda yang melindungi pemilik dari hukuman mati
赐婚圣旨Titah Pernikahan KerajaanDekret kaisar yang menetapkan pasangan

6. Adat & Upacara

Teks AsliTerjemahanKeterangan
跪下 / 跪拜Berlutut / BersujudPenghormatan standar kepada atasan
叩首Bersembah sujudSujud menyentuh lantai; lebih dalam dari berlutut
行礼Memberi hormatKonteks lebih umum; sesuaikan dengan visual
赐座Dipersilakan dudukKehormatan khusus dari kaisar
赐死Diperintahkan untuk mengakhiri hidupHukuman mati terhormat (vs dieksekusi publik)
抄家灭族Hukuman seluruh keluargaKepunahan seluruh klan sebagai hukuman
流放Diasingkan / DibuangHukuman pengasingan ke wilayah terpencil
册封Diangkat / DilantikPengangkatan gelar resmi

7. Idiom, Perumpamaan & Syair

Chengyu (成语)

成语 adalah idiom empat karakter yang maknanya tidak bisa diterjemahkan harfiah. Terjemahkan berdasarkan maknanya dalam konteks adegan, bukan karakter per karakter.

Teks AsliMakna dalam konteks✅ Terjemahan❌ Salah
一石二鸟Satu tindakan, dua hasil"Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.""Satu batu, dua burung."
口蜜腹剑Bicara manis tapi berbahaya"Manis di mulut, racun di hati.""Mulut madu, perut pedang."
卧虎藏龙Banyak orang berbakat tersembunyi"Banyak orang luar biasa yang tidak tampak.""Harimau tidur, naga bersembunyi."
纸包不住火Kebohongan pasti terbongkar"Kebohongan tidak bisa disembunyikan selamanya.""Kertas tidak bisa membungkus api."
明枪易躲,暗箭难防Ancaman terbuka mudah dihindari; yang terselubung berbahaya"Musuh terang-terangan lebih mudah dihadapi daripada yang bersembunyi.""Tombak nyata mudah dielak, panah gelap sulit dijaga."

Syair & Puisi Kuno

Drama kerajaan sering menyertakan syair (诗/词) sebagai dialog atau nyanyian. Prinsip terjemahannya berbeda dari dialog biasa:

  • Utamakan makna dan emosi, bukan kesamaan struktur puisi.
  • Tidak perlu mempertahankan rima jika memaksakan rima justru membuat makna tidak alami.
  • Terjemahan boleh sedikit lebih panjang dari teks asli agar maknanya utuh.
  • Gunakan tag {\i1} untuk miring jika syair diucapkan sebagai monolog atau suara hati.
Contoh Teks Asli✅ Terjemahan yang disarankan
但愿人长久,千里共婵娟"Semoga kita selalu baik-baik saja, walau terpisah jarak sejauh apapun."
此情可待成追忆,只是当时已惘然"Kenangan ini hanya bisa diratapi — kita tidak menyadari betapa berharganya saat itu."
落红不是无情物,化作春泥更护花"Bunga yang gugur bukan berarti tak peduli — ia kembali ke tanah untuk menyuburkan bunga lain."

8. Tantangan Umum & Solusi

Terlalu formal hingga kaku

Dialog terlalu banyak menggunakan bentuk terhormat bisa membuat penonton kehilangan ritme membaca.

Solusi: Pertahankan register formal di sapaan dan kata ganti diri, tapi izinkan kalimat isi lebih ringkas dan langsung. Yang penting hierarki terasa, bukan panjang kalimatnya.

Terlalu kaku:
"Hamba dengan penuh kerendahan hati memohon kepada Paduka Yang Mulia
untuk sudi kiranya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut."

Lebih baik:
"Hamba mohon Paduka mempertimbangkan kembali."

Gelar berubah di tengah cerita

Saat tokoh naik atau turun jabatan, gelar dan cara sapaan harus langsung berubah sejak adegan perubahan tersebut — termasuk cara tokoh lain menyebut dan menyapanya.

Solusi: Catat daftar gelar tokoh dan baris di mana perubahan terjadi. Gunakan Ctrl+F di Aegisub untuk memeriksa semua kemunculan nama setelah perubahan.

Istilah tanpa padanan langsung

Beberapa konsep istana Tiongkok tidak ada padanannya dalam budaya Indonesia.

Solusi: Terjemahkan berdasarkan fungsi atau dampaknya dalam cerita, bukan nama istilahnya. Lihat kolom "Terjemahan" di tabel-tabel panduan ini dan di Glosarium Historical.

Dialog modern terselip di setting kuno

Kadang dialog asli terasa tidak konsisten dengan setting — ada ungkapan yang terlalu modern.

Solusi: Sesuaikan ke register yang konsisten dengan adegan, selama makna utama tidak berubah. Catat dan laporkan di catatan proyek jika perbedaannya signifikan.


Lihat Juga

On this page