Panduan Quality Control (QC)
QC (Quality Control) adalah tahap review akhir sebelum subtitle dikirim atau diterbitkan. Tujuannya adalah menangkap error yang lolos dari proses penerjemahan — baik teknis maupun konten — sehingga penonton tidak menemukan masalah di hasil akhir.
1. Posisi QC dalam Alur Kerja
Section titled “1. Posisi QC dalam Alur Kerja”Terjemahan → Timing → [QC] → Revisi → RilisQC dilakukan setelah timing selesai dan sebelum file dikirim ke platform. Jika QC menemukan error, file dikembalikan ke penerjemah atau timer untuk direvisi, lalu QC diulang pada bagian yang berubah.
2. Persiapan Sebelum QC
Section titled “2. Persiapan Sebelum QC”Pastikan kamu memiliki semua ini sebelum mulai:
| Yang dibutuhkan | Keterangan |
|---|---|
File .ass yang akan di-review |
File dari penerjemah/timer |
| File video asli | Untuk mencocokkan subtitle dengan audio dan visual |
| Aegisub (fork arch1t3cht) | Lihat Panduan Aegisub untuk instalasi |
| Glosarium proyek | Nama tokoh, tempat, istilah yang sudah disepakati |
| Panduan terjemahan | Panduan Serial Pendek — Cina ke Indonesia |
Buka video dan file .ass bersamaan di Aegisub. Jangan review tanpa video — banyak error timing dan konteks tidak akan terlihat hanya dari teks.
3. Alur Kerja QC
Section titled “3. Alur Kerja QC”- Tonton dari awal hingga akhir sambil membaca subtitle di layar. Catat nomor baris yang terasa janggal — jangan langsung diperbaiki.
- Buka Subtitle Grid dan periksa secara sistematis menggunakan checklist di bagian 4.
- Tulis catatan untuk setiap masalah yang ditemukan (lihat bagian 5).
- Kirim catatan ke penerjemah/timer. Jangan mengubah file secara langsung kecuali kamu ditunjuk sebagai QC editor.
- Review ulang bagian yang direvisi setelah penerjemah mengirim file baru.
4. Checklist QC
Section titled “4. Checklist QC”Gunakan checklist ini secara berurutan. Tandai setiap poin setelah diperiksa.
4.1 Teknis
Section titled “4.1 Teknis”Periksa di Subtitle Grid Aegisub. Beberapa masalah ini bisa dilihat sekaligus di kolom waktu.
| # | Yang diperiksa | Standar |
|---|---|---|
| T1 | Tidak ada baris dengan teks kosong | Hapus baris kosong atau isi |
| T2 | Tidak ada overlap timing | Dua baris tidak boleh tayang bersamaan kecuali format dua speaker |
| T3 | Durasi setiap baris ≥ 800 ms | Baris terlalu singkat tidak sempat dibaca |
| T4 | Jeda antarbaris ≥ 83 ms | Minimum 2 frame di 24fps |
| T5 | Subtitle tidak melewati batas scene change | Subtitle harus selesai sebelum potongan gambar |
| T6 | File tersimpan sebagai .ass |
Jangan konversi ke .srt kecuali diminta |
| T7 | Tidak ada spasi ganda di dalam teks | Ctrl+F → cari dua spasi |
| T8 | Tidak ada karakter Mandarin di teks final | Ctrl+F → paste karakter Cina untuk tes |
| T9 | Tidak ada kode tag yang rusak atau tidak ditutup | Misal {\i1} tanpa {\i0} |
4.2 Format Teks
Section titled “4.2 Format Teks”Merujuk ke Panduan Format → Format Subtitle.
| # | Yang diperiksa | Standar |
|---|---|---|
| F1 | Maksimal 2 baris per tampilan | Lebih dari 2 baris menutupi layar |
| F2 | Maksimal 25 karakter per baris | Hitung manual atau gunakan fitur karakter Aegisub |
| F3 | Dialog terpotong menggunakan - di akhir |
Dia udah meninggal- |
| F4 | Dialog dua orang: - di awal setiap baris |
-Kamu ke mana? / -Mall |
| F5 | Lirik lagu menggunakan ♪ di awal dan akhir |
♪ Rasa sayang ♪ |
| F6 | Teks layar / keterangan | Mighty/Dracin: kurung (…) ((Setelah 3 tahun)) / Netflix, CR, dll: Forced Narrative (ALL CAPS, SETELAH 3 TAHUN) |
| F7 | Narasi / suara hati | Dracin: (…) + italic ({\i1}(Semoga...){\i0}) / Proyek lain: italic saja ({\i1}Semoga...{\i0}) |
| F8 | Tanda baca Indonesia, bukan Mandarin | Tidak ada 。, ,, !, ? |
| F9 | Satuan sudah dikonversi ke satuan Indonesia | 9 kg bukan 18 斤, 1.000 km bukan 1000 公里 |
| F10 | Desimal menggunakan koma, ribuan menggunakan titik | 1,7 meter, Rp 16.000.000 |
4.3 Terjemahan & Lokalisasi
Section titled “4.3 Terjemahan & Lokalisasi”Merujuk ke Panduan Terjemahan — Bagian 1 s.d. 2.
| # | Yang diperiksa | Standar |
|---|---|---|
| L1 | Tidak ada teks yang terasa seperti hasil mesin | Kaku, tidak natural, struktur kalimat asing |
| L2 | Nama tokoh tidak menggunakan transliterasi pinyin | Vivian Roesli bukan Gu Weiwei |
| L3 | Nama depan maks 3 suku kata, belakang maks 3 suku kata | Sinta Hartono, bukan Anatasya Kusumawardani |
| L4 | Nama tempat & institusi sudah dilokal | Periksa apakah ada nama tempat Mandarin yang tersisa |
| L5 | Merek dan judul karya sesuai panduan | Cek Bagian 2.3 dan 2.4 |
| L6 | Makna terjemahan akurat dan tidak melenceng dari konteks | Tonton ulang adegan jika ragu |
| L7 | Tidak ada terjemahan kata per kata yang tidak natural | Cek kalimat yang terasa terlalu harfiah |
| L8 | Kata ganti sesuai konteks dan hierarki tokoh | aku/kamu vs saya/Anda — lihat Bagian 4 |
4.4 Konsistensi
Section titled “4.4 Konsistensi”| # | Yang diperiksa | Cara periksa |
|---|---|---|
| K1 | Nama tokoh konsisten dari baris pertama hingga terakhir | Ctrl+F → cari variasi penulisan |
| K2 | Panggilan dan gelar konsisten per hubungan tokoh | Misal: selalu “Kak Arwan”, bukan bergantian “Mas Arwan” |
| K3 | Register bahasa konsisten per pasangan tokoh | Jika di adegan 1 pakai aku/kamu, adegan 10 tidak boleh tiba-tiba saya/Anda |
| K4 | Istilah genre (Xianxia, Historical, dll.) sesuai glosarium | Cek Panduan Lokalisasi Istilah |
| K5 | Judul karya, nama merek, mata uang konsisten sepanjang file | — |
4.5 Konten Sensitif & Kepatuhan Hukum
Section titled “4.5 Konten Sensitif & Kepatuhan Hukum”Merujuk ke Bagian 2.1.4 dan Bagian 5.
| # | Yang diperiksa | Standar |
|---|---|---|
| S1 | Konten SARA (ras, suku, agama, antargolongan) sudah disanetkan | Samarkan atau hapus |
| S2 | Diskriminasi gender / orientasi seksual sudah diadaptasi | Hapus atau netralkan |
| S3 | Nama tokoh sejarah atau politik yang sensitif sudah dihapus | Misal: nama pemimpin, tokoh kontroversial |
| S4 | Judul karya berpotensi pelanggaran hak cipta sudah diganti | Misal: game, film, lagu yang muncul banyak |
| S5 | Tidak ada konten yang melanggar regulasi konten Indonesia | Rujuk dokumen internal Fizzo apabila relevan |
5. Cara Memberi Catatan
Section titled “5. Cara Memberi Catatan”Tulis catatan dalam format yang mudah ditindaklanjuti oleh penerjemah. Gunakan format berikut:
[Nomor baris] | [Kategori] | [Masalah] | [Saran perbaikan]Contoh:
Baris 47 | T2 (Overlap) | Overlap dengan baris 48, selisih hanya 40ms | Geser end baris 47 ke 00:03:12.150Baris 83 | F2 (Karakter) | "Aku tidak mau kamu pergi sekarang" = 37 karakter | Pisah jadi 2 barisBaris 102 | L2 (Nama) | "Zhang Wei" — masih pakai pinyin | Ganti sesuai glosarium proyekBaris 155 | K3 (Konsistensi) | Tiba-tiba pakai "saya" padahal sebelumnya "aku" | Kembalikan ke "aku"Tingkat prioritas catatan
Section titled “Tingkat prioritas catatan”| Prioritas | Kapan digunakan | Wajib diperbaiki? |
|---|---|---|
| Wajib | Error teknis, konten sensitif, nama salah, makna melenceng | ✅ Ya |
| Saran | Pilihan kata yang bisa lebih natural, tapi makna tetap benar | ⬜ Opsional |
Beri label prioritas di setiap catatan agar penerjemah tahu mana yang harus diselesaikan dulu.
6. Kriteria Kelulusan
Section titled “6. Kriteria Kelulusan”| Status | Kondisi | Tindakan |
|---|---|---|
| ✅ Lulus | Tidak ada error Wajib | File siap dikirim ke platform |
| 🔄 Revisi Minor | 1–5 catatan Wajib, tidak ada di kategori T, S | Perbaiki, kirim ulang ke QC untuk verifikasi cepat |
| ⚠️ Revisi Mayor | Error di kategori teknis (T) atau konten sensitif (S), atau > 5 catatan Wajib | Kembalikan ke penerjemah, QC penuh diulang setelah revisi |
| ❌ Gagal | Error sistemis: tanda baca Mandarin masif, banyak karakter Cina tersisa, terjemahan mesin nyata, nama tokoh tidak dilokal sama sekali | Kembalikan seluruh file untuk pengerjaan ulang |
Lihat Juga
Section titled “Lihat Juga”- Panduan Terjemahan Serial Pendek — Cina ke Indonesia — semua aturan yang dirujuk checklist ini
- Panduan Aegisub — cara menggunakan tools untuk QC teknis
- Panduan Timing — standar teknis timing yang dirujuk checklist T2–T5
- Teknis & Encoding — spesifikasi file .ass, encoding UTF-8, tag, dan penamaan file
- Panduan Lokalisasi Istilah — glosarium untuk cek konsistensi