Lewati ke konten

Panduan Terjemahan — Anime Jepang

Panduan ini berisi pedoman penerjemahan, aturan format khusus, pedoman timing & durasi baca, larangan penggunaan kata tertentu, penamaan berkas subtitle, dan pedoman lokalisasi untuk wilayah Malaysia dalam proyek Anime Jepang.


Berikut adalah standar penulisan dan lokalisasi yang wajib diikuti oleh semua penerjemah:

  • Tidak Harus Kaku/Formal: Terjemahan tidak wajib sepenuhnya baku atau formal. Anda diperbolehkan menggunakan bahasa daerah atau bahasa gaul/slang kasual selama sesuai dengan konteks adegan dan karakter.
  • Gelar & Sapaan Jepang (Honorifics): Penggunaan honorifics Jepang (seperti -chan, -kun, -sensei, -senpai, -sama, dll.) diperbolehkan untuk menjaga nuansa asli anime.
  • Tanda Tanya-Seru (?!): Dilarang menggunakan tanda baca interrobang ?!. Gunakan salah satu saja (? atau !) sesuai dengan intonasi adegan.
  • Gagap & Stuttering: Hindari penggunaan tanda hubung - untuk adegan karakter yang gagap.
    • Contoh Salah: Ba-Baik., A-Apa.
    • Contoh Benar: Ba... Baik., Ap... Apa.
  • Format Ellipsis Menyambung:
    • Dilarang menggunakan tiga titik ... di akhir subtitle jika kalimat tersebut masih bersambung ke subtitle berikutnya.
    • Dilarang menggunakan tiga titik ... di awal subtitle sambungan berikutnya.
    • Smart Ellipsis: Gunakan karakter tunggal smart ellipsis (U+2026) jika kalimat terputus karena interupsi pembicara lain atau pembicara tidak menyelesaikan kalimatnya. Jangan gunakan tiga titik biasa ... (tiga karakter dot).
  • Penulisan Angka:
    • Angka 1 s.d. 10 wajib ditulis menggunakan kata (satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh), bukan angka numerik.
  • Gunakan Tag Aegisub: Wajib menggunakan tag Aegisub {\i1} untuk membuka dan {\i0} untuk menutup pemformatan miring (italic).
  • DILARANG menggunakan tag HTML seperti <i> dan </i>.
  • Terapkan miring untuk kondisi berikut:
    1. Adegan Kilas Balik (flashback) — terutama jika suaranya bergema.
    2. Suara karakter yang berasal dari telepon, TV, radio, speaker, atau perangkat elektronik lainnya.
    3. Suara Hati atau pikiran batin tokoh (inner thoughts).
    4. Narator atau suara narasi.
  • Gunakan Huruf Kapital (Capslock): Jika ada teks layar, keterangan visual, papan tanda, atau on-screen text, tulis terjemahannya langsung menggunakan huruf kapital (capslock).
  • Contoh: SEKOLAH MENENGAH ATAS atau TIGA TAHUN KEMUDIAN.

Penerjemah dan timer wajib mengikuti aturan timing berikut untuk memastikan kenyamanan membaca penonton:

  • Buffer Awal & Akhir:
    • Start Timing: Berikan jarak 3-5 frame sebelum dialog dimulai. Jangan terlalu mepet (teks baru muncul tepat saat suara dialog mulai terdengar).
    • End Timing: Berikan juga jarak 3-5 frame (atau sekitar 5 frame) setelah dialog selesai agar teks tidak tiba-tiba hilang.
  • Jeda Antarsubtitle (Gap):
    • Wajib memberikan jarak 2 frame gap antar baris subtitle.
    • Hal ini bisa diatur menggunakan aplikasi Subtitle Edit saat menyimpan file dalam format .srt / .ass.
    • Alternatif (Aegisub): Anda bisa menggunakan ekstensi Aegisub Frame Gap yang tersedia di pololer-Aegisub-Scripts.
  • Minimal 1.000 ms: Semua penerjemah wajib menyesuaikan durasi tayang subtitle agar memiliki durasi baca yang cukup bagi penonton, yaitu minimal sekitar 1.000 ms (1 detik) per baris.
  • Pengecualian: Aturan durasi minimal 1.000 ms ini dikecualikan untuk teks layar / on-screen text / sign.
  • Penting: Jika durasi terlalu pendek (di bawah 1.000 ms), penonton tidak akan sempat membaca teks tersebut secara utuh, yang dapat mengurangi dampak dari kerja keras tim penerjemah.

Untuk menjaga kualitas terjemahan, kata-kata dan cara penulisan interjeksi/ad-lib berikut tidak boleh digunakan:

Kata / Gaya Penulisan Ketentuan & Solusi
Bro Dilarang digunakan
Trims Dilarang, gunakan Terima kasih
Ok Dilarang, penulisan yang benar adalah oke
Hmm Dilarang digunakan
Dan (di awal kalimat) Hindari memulai kalimat dengan kata “Dan”. Jika diperlukan, ganti dengan Lalu, Juga, atau hapus jika konteksnya sudah jelas tanpa kata hubung tersebut.
Nah / Yah Hindari penggunaan interjeksi seperti “nah” atau “yah”. Untuk interjeksi oh, diperbolehkan digunakan sesekali tergantung pada konteks adegan.
Eh, Ah, Wah (secara harfiah) Dilarang menuliskan interjeksi/ad-lib secara harfiah jika bisa diterjemahkan maknanya. Gantilah dengan kata yang memiliki arti kontekstual:
Eh → ganti menjadi Apa? / Hah? / Oh iya, …
Ah → ganti menjadi Apa! / Aduh!
Wah → ganti menjadi Bagus! / Hebat!
Eng… / E-tto… Dilarang menuliskan suara ragu Jepang secara harfiah (seperti Eng...). Terjemahkan maknanya secara kontekstual, misalnya menjadi Sebenarnya…

Untuk proyek lokalisasi ke bahasa Malaysia, wajib melakukan penyesuaian padanan kata berikut:

Bahasa Indonesia / Kasual ✅ Standardisasi Malaysia
Hari ni Hari ini
Kan Bukan
Itu je Itu saja
Taklah… Tidak
Aku pun sama Saya pun sama
Macam tu Macam itu atau Begitu rupanya
Ka… Kamiya-san! Kamiya-san! (hilangkan gagap)
Eh!? Secepat ini? Secepat ini? (hilangkan interjeksi gagap/interrobang)

Gunakan format penamaan berkas subtitle berikut secara konsisten:

  • Format: [Judul Anime dalam Bahasa Inggris] S[Season]E[Episode]_Timing
  • Contoh: In The Clear Moonlit Dusk S1E08_Timing
  • Format: [Judul Anime dalam Bahasa Inggris] S[Season]E[Episode]_[id atau ms]_Translation
  • Contoh (Indonesia): In The Clear Moonlit Dusk S1E08_id_Translation
  • Contoh (Malaysia): In The Clear Moonlit Dusk S1E08_ms_Translation
  • Format: [Judul Anime dalam Bahasa Inggris] S[Season]E[Episode]_[id atau ms]
  • Contoh (Indonesia): In The Clear Moonlit Dusk S1E08_id
  • Contoh (Malaysia): In The Clear Moonlit Dusk S1E08_ms