Lewati ke konten

Panduan Terjemahan — Historical / 古装剧

Panduan ini adalah pelengkap dari Panduan Terjemahan Serial Pendek — Cina ke Indonesia. Semua aturan umum di sana tetap berlaku. Halaman ini hanya membahas hal-hal yang unik dan kritis untuk genre Historical / 古装剧.


Prinsip Penjelasan
Register formal, bukan arkais Gunakan bahasa Indonesia formal dan elegan — bukan bahasa Jawa Kuno, Melayu Klasik, atau bahasa yang tidak dimengerti penonton modern. Tujuannya terasa agung, bukan membingungkan.
Hierarki adalah nyawa cerita Cara bicara, kata ganti diri, dan sapaan harus mencerminkan status tokoh dengan tepat. Seorang pelayan tidak boleh berbicara seperti permaisuri, dan sebaliknya.
Nama mencerminkan era Semua nama tokoh harus menggunakan nama Indonesia era kuno. Nama modern atau serapan Barat mutlak dilarang dalam setting kerajaan.
Konsistensi gelar mengikuti alur cerita Gelar tokoh bisa berubah seiring plot (naik jabatan, dicopot, diasingkan). Perubahan ini harus langsung dicerminkan dalam terjemahan sejak adegan perubahan tersebut.

Lihat aturan umum nama di Panduan Utama — Bagian 2.1. Aturan di bawah ini adalah tambahan khusus untuk setting kerajaan kuno.

Nama harus terasa agung dan berakar pada tradisi kerajaan Nusantara — Jawa, Sunda, atau Melayu. Hindari nama yang terdengar terlalu modern atau sehari-hari.

Jenis Tokoh Pola Nama Contoh
Raja / Kaisar Prabu + nama, atau nama saja Prabu Kertawijaya, Prabu Arjuna
Permaisuri Permaisuri + nama, atau Ratu + nama Permaisuri Laksmi, Ratu Anjani
Putra Mahkota Pangeran + nama Pangeran Surya, Pangeran Baskara
Pangeran lain Pangeran + nama Pangeran Arya, Pangeran Wijaya
Putri kerajaan Putri + nama Putri Srikandi, Putri Kusuma
Selir tinggi nama saja (+ gelar disebutkan terpisah) Arimbi, Ratna, Dewi Laksmi
Bangsawan pria Raden + nama Raden Panji, Raden Satria
Bangsawan wanita Raden Ayu + nama Raden Ayu Wulandari
Jenis Tokoh Pola Nama Contoh
Perdana Menteri nama saja (gelar disebutkan terpisah) Arya Damar, Gajah Mada
Menteri / pejabat tinggi Raden / Ki Ageng + nama Ki Ageng Wiratama, Raden Mas Hendra
Panglima / Jenderal nama saja (+ gelar disebutkan terpisah) Bima Sakti, Arya Perkasa
Pejabat rendah nama saja Kertana, Arga, Suranta

Nama pelayan dan rakyat biasa harus tetap era kuno tapi lebih sederhana — tidak semegah nama bangsawan.

Jenis Tokoh Contoh nama
Dayang / pelayan perempuan Wulan, Sari, Bening, Arum, Sekar, Melati
Pelayan laki-laki Bagus, Santika, Darmaka, Widya
Rakyat biasa Nama pendek era lokal; hindari nama yang terdengar modern
Teks Asli ✅ Benar ❌ Salah Catatan
长乐公主 Putri Laksmi Putri Changle Nama era kuno Indonesia
宸妃 / Selir Chen Arimbi Selir Chen Nama, bukan transliterasi
李大人 Raden Arya / Paduka Arya Tuan Li Gunakan nama + sapaan Indonesia
翠花 (nama dayang) Wulan / Melati Cuihua Nama dayang era kuno

Daftar istilah lengkap ada di Panduan Lokalisasi Istilah — Tab Historical / 古装剧. Bagian ini membahas cara penggunaannya dalam konteks dialog.

Gelar Asli Terjemahan Kapan digunakan
皇帝 / 皇上 Baginda Raja / Prabu Saat menyebut tokoh; dalam narasi
陛下 / 万岁爷 Paduka / Tuanku Sapaan langsung oleh bawahan
皇后 Permaisuri Semua konteks
太后 Ibu Suri Semua konteks
太子 Putra Mahkota Semua konteks
皇子 Pangeran + nama, contoh: Pangeran Surya
公主 Putri + nama, contoh: Putri Laksmi
贵妃 Selir Agung Gelar tertinggi di bawah Permaisuri
嫔 / 妃 Selir Istilah umum istri kecil raja
Gelar Asli Terjemahan Catatan
丞相 Perdana Menteri Pejabat sipil tertinggi
大臣 Menteri / Pejabat Sesuaikan dengan jabatan spesifik
大人 Paduka / Tuan Sapaan hormat umum untuk pejabat
将军 Panglima / Jenderal Sesuaikan dengan pangkat militer
侍卫 Pengawal / Prajurit Tergantung konteks

Ini adalah titik paling kritis. Kata ganti diri yang salah langsung merusak hierarki.

Siapa yang bicara Dalam bahasa asli Terjemahan Konteks
Kaisar (formal) Kami Proklamasi, titah resmi, adegan formal
Kaisar (semi-formal) Aku Dialog kasual dengan keluarga atau favorit
Permaisuri / Selir tinggi 本宫 Aku Berbicara kepada bawahan
Pangeran / Raja bawahan 本王 Aku Berbicara kepada bawahan
Pejabat (kepada kaiser) 臣 / 微臣 Hamba Melapor, memohon, berargumen
Pejabat wanita / Selir (kepada kaiser) 臣妾 Hamba Semua konteks menghadap kaisar
Pelayan / Dayang 奴婢 Hamba / Sahaya Kepada semua yang lebih tinggi
Rakyat biasa (kepada pejabat) 民女 / 草民 Hamba / Rakyat jelata ini
Situasi Sapaan yang digunakan
Bawahan → Kaisar Paduka, Tuanku, Baginda, Yang Mulia
Bawahan → Permaisuri Paduka Permaisuri, Tuan Putri
Bawahan → Pangeran Paduka Pangeran, Tuan Pangeran
Bawahan → Pejabat Paduka, Tuan [gelar]
Kaisar → Pejabat kepercayaan [nama] / [gelar] saja
Kaisar → Bawahan umum kamu / [gelar] saja
Sesama selir (bertengkar) nama saja / kamu (tergantung intensitas adegan)

Dialog kaisar harus terasa berwibawa dan berjarak, kecuali dalam adegan intim dengan keluarga atau favorit. Gunakan konstruksi kalimat yang tegas dan padat.

Situasi Teks Asli ✅ Benar ❌ Salah
Memberi titah 传朕旨意,即刻行事 “Sampaikan titah Kami. Laksanakan sekarang.” “Bilang ke semua orang, langsung kerjakan.”
Memanggil menghadap 宣丞相觐见 “Panggil Perdana Menteri menghadap.” “Suruh Menteri masuk.”
Memberikan hadiah 赐你黄金百两 “Kami anugerahkan seratus tahil emas kepadamu.” “Nih, kamu dapat emas.”
Memberikan hukuman 推出去,杖责二十 “Bawa keluar. Hukum dua puluh rotan.” “Keluarin, pukul dua puluh kali.”
Berbicara santai (adegan romansa) 朕只是随口问问 “Aku hanya bertanya.” “Kami hanya bertanya.”

Dialog bawahan kepada kaisar harus merendah tanpa terdengar servil berlebihan hingga tidak alami.

Situasi Teks Asli ✅ Benar ❌ Salah
Menerima titah 臣遵旨 “Hamba siap melaksanakan titah Paduka.” “Oke, siap Paduka.”
Memohon ampun 臣死罪 “Hamba mohon Paduka mengampuni kesalahan ini.” “Maaf Paduka, salah hamba.”
Berterima kasih atas kemurahan 谢主隆恩 “Hamba bersyukur atas kemurahan Paduka.” “Terima kasih banyak Paduka.”
Memberi pendapat 微臣以为… “Menurut hamba yang hina…” “Menurut saya…”
Menolak secara halus 请陛下三思 “Hamba mohon Paduka mempertimbangkan kembali.” “Sebaiknya jangan, Paduka.”

Adegan antar selir biasanya berlapis: permukaan sopan, isi penuh sarkasme atau ancaman tersirat. Terjemahan harus menjaga ketegangan ini.

Teks Asli ✅ Benar ❌ Salah Catatan
妹妹真是越来越得宠了 “Adik semakin disayangi Baginda saja.” “Kamu makin disukai ya.” Pertahankan sapaan formal + nada sinis tersirat
姐姐言重了 “Kak terlalu memuji.” “Nggak juga kak.” Register formal dijaga, tidak santai
本宫乏了,你退下吧 “Aku lelah. Pergi.” “Saya capek, kamu boleh pergi.” “Aku” (bukan “Saya”) untuk selir tinggi; “Pergi” lebih berwibawa

Ekspresi & Frasa Formal yang Sering Muncul

Section titled “Ekspresi & Frasa Formal yang Sering Muncul”
Teks Asli Terjemahan Catatan
万岁 Daulat Paduka / Panjang umur Baginda Seruan kesetiaan; jangan “hidup sepuluh ribu tahun”
恭迎圣驾 Menyambut kehadiran Baginda Seruan saat kaisar tiba
平身 / 起来吧 Bangkitlah / Silakan berdiri Perintah kaisar mengakhiri sujud
退下 Pergi / Mundur Perintah meninggalkan hadapan
来人啊 Pengawal! / Penjaga! Seruan memanggil pengawal
圣明 Paduka sungguh bijaksana Pujian bawahan kepada kaisar
哀家 Aku Kata ganti Ibu Suri (janda raja); lebih berbobot dari 本宫

Nama tempat di istana tidak perlu ditransliterasi — terjemahkan berdasarkan fungsinya.

Teks Asli Terjemahan Catatan
后宫 Keraton Dalam / Harem Kompleks kediaman selir dan permaisuri
朝堂 / 金銮殿 Balai Sidang / Pendopo Agung Ruang sidang utama kerajaan
冷宫 Istana Pengasingan Tempat pembuangan selir yang dicopot
御花园 Taman Kerajaan Taman pribadi keluarga kaisar
内廷 Kediaman Dalam Area pribadi keluarga kerajaan
前朝 Balai Pemerintahan Area kerja para pejabat
Teks Asli Terjemahan Catatan
圣旨 Titah Raja / Maklumat Kerajaan Perintah tertulis resmi dari kaisar
玉玺 Meterai Kerajaan Stempel resmi; kehadirannya mengesahkan dokumen
奏折 Surat Sembah / Laporan Kerajaan Laporan tertulis pejabat kepada kaisar
免死金牌 Medali Pengampunan / Jimat Keselamatan Benda yang melindungi pemilik dari hukuman mati
赐婚圣旨 Titah Pernikahan Kerajaan Dekret kaisar yang menetapkan pasangan

Teks Asli Terjemahan Keterangan
跪下 / 跪拜 Berlutut / Bersujud Penghormatan standar kepada atasan
叩首 Bersembah sujud Sujud menyentuh lantai; lebih dalam dari berlutut
行礼 Memberi hormat Konteks lebih umum; sesuaikan dengan visual
赐座 Dipersilakan duduk Kehormatan khusus dari kaisar
赐死 Diperintahkan untuk mengakhiri hidup Hukuman mati terhormat (vs dieksekusi publik)
抄家灭族 Hukuman seluruh keluarga Kepunahan seluruh klan sebagai hukuman
流放 Diasingkan / Dibuang Hukuman pengasingan ke wilayah terpencil
册封 Diangkat / Dilantik Pengangkatan gelar resmi

成语 adalah idiom empat karakter yang maknanya tidak bisa diterjemahkan harfiah. Terjemahkan berdasarkan maknanya dalam konteks adegan, bukan karakter per karakter.

Teks Asli Makna dalam konteks ✅ Terjemahan ❌ Salah
一石二鸟 Satu tindakan, dua hasil “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.” “Satu batu, dua burung.”
口蜜腹剑 Bicara manis tapi berbahaya “Manis di mulut, racun di hati.” “Mulut madu, perut pedang.”
卧虎藏龙 Banyak orang berbakat tersembunyi “Banyak orang luar biasa yang tidak tampak.” “Harimau tidur, naga bersembunyi.”
纸包不住火 Kebohongan pasti terbongkar “Kebohongan tidak bisa disembunyikan selamanya.” “Kertas tidak bisa membungkus api.”
明枪易躲,暗箭难防 Ancaman terbuka mudah dihindari; yang terselubung berbahaya “Musuh terang-terangan lebih mudah dihadapi daripada yang bersembunyi.” “Tombak nyata mudah dielak, panah gelap sulit dijaga.”

Drama kerajaan sering menyertakan syair (诗/词) sebagai dialog atau nyanyian. Prinsip terjemahannya berbeda dari dialog biasa:

  • Utamakan makna dan emosi, bukan kesamaan struktur puisi.
  • Tidak perlu mempertahankan rima jika memaksakan rima justru membuat makna tidak alami.
  • Terjemahan boleh sedikit lebih panjang dari teks asli agar maknanya utuh.
  • Gunakan tag {\i1} untuk miring jika syair diucapkan sebagai monolog atau suara hati.
Contoh Teks Asli ✅ Terjemahan yang disarankan
但愿人长久,千里共婵娟 “Semoga kita selalu baik-baik saja, walau terpisah jarak sejauh apapun.”
此情可待成追忆,只是当时已惘然 “Kenangan ini hanya bisa diratapi — kita tidak menyadari betapa berharganya saat itu.”
落红不是无情物,化作春泥更护花 “Bunga yang gugur bukan berarti tak peduli — ia kembali ke tanah untuk menyuburkan bunga lain.”

Dialog terlalu banyak menggunakan bentuk terhormat bisa membuat penonton kehilangan ritme membaca.

Solusi: Pertahankan register formal di sapaan dan kata ganti diri, tapi izinkan kalimat isi lebih ringkas dan langsung. Yang penting hierarki terasa, bukan panjang kalimatnya.

Terlalu kaku:
"Hamba dengan penuh kerendahan hati memohon kepada Paduka Yang Mulia
untuk sudi kiranya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut."
Lebih baik:
"Hamba mohon Paduka mempertimbangkan kembali."

Saat tokoh naik atau turun jabatan, gelar dan cara sapaan harus langsung berubah sejak adegan perubahan tersebut — termasuk cara tokoh lain menyebut dan menyapanya.

Solusi: Catat daftar gelar tokoh dan baris di mana perubahan terjadi. Gunakan Ctrl+F di Aegisub untuk memeriksa semua kemunculan nama setelah perubahan.

Beberapa konsep istana Tiongkok tidak ada padanannya dalam budaya Indonesia.

Solusi: Terjemahkan berdasarkan fungsi atau dampaknya dalam cerita, bukan nama istilahnya. Lihat kolom “Terjemahan” di tabel-tabel panduan ini dan di Glosarium Historical.

Kadang dialog asli terasa tidak konsisten dengan setting — ada ungkapan yang terlalu modern.

Solusi: Sesuaikan ke register yang konsisten dengan adegan, selama makna utama tidak berubah. Catat dan laporkan di catatan proyek jika perbedaannya signifikan.